Arsip Bulanan: Mei 2011

BLOGGER : INDEPENDENT WRITTER YANG TERANCAM BAHAYA

Muatan blog memang sangat luar biasa banyak. Mulai dari curhat, opini pribadi maupun amatan ekonomi, politik, sosial, budaya dan hankam, laporan jalan-jalan, berbagai tutorial, lemparan gosip plus photo-photo panas, perdebatan SARA, hingga sekedar pantulan kabar dari media online.

Entah kapan dimulainya, yang jelas, akhir-akhir ini Blogger alias penulis yang bermediakan blog sebagai sarana publikasi tulisan, mulai dilirik sejumlah kalangan, mulai dari kalangan entertainment hingga kalangan politisi.

Hal ini terkait sejumlah tulisan blogger yang kadang judulnya cukup SEO dan naik di halaman pertama google, tergantung tema yang lagi hangat.

Di beberapa negara (entah di Indonesia), sejumlah blogger masuk dalam daftar amatan pemerintah terkait tulisan-tulisannya. Untuk menghindari upaya pencidukan, blogger adakalanya tidak menampilkan kontak person dan identitas pribadi dalam blog tersebut. Namun tidak sedikit pula yang kesatria, terang-terangan menunjukkan kontak personnya dan siap mempertanggung jawabkan apa yang ditulisnya.

Blogger mungkin tidak seagresif pers online yang turba ke TKP dalam hitungan waktu ketika suatu peristiwa terjadi.  Bisa jadi, ini karena Blogger tidak memiliki dukungan biaya dan fasilitas untuk melakukannya.  Sumber tulisan Blogger kebanyakan  justru dari pemberitaaan yang sudah ada, bedanya,  pers hanya mengabarkan sementara Blogger terkadang melakukan analisa yang tentu saja subyektifitasnya tak terhindarkan.

Justru karena kemampuan analisanya itulah kadangkala Blogger di undang turut serta dalam sebuah premier film, peluncuran produk, dan hal lainnya untuk bekerjasama mempublikasikan sesuatu sesuai kacamata Blogger. Bahkan beberapa dari mereka mengaku mendapatkan pendapatan dari “nge-blog” ini.

Di era yang  menjadikan freedom of speak sebagai bagian kehidupan berdemokrasi, siapapun juga boleh menuliskan apapun dan seperti apapun amatannya.  Sayangnya hingga kini Blogger belum memiliki organisasi  seperti layaknya Pers, sehingga jika terjadi sesuatu, mereka belum mendapat payung yang cukup aman.  Beberapa kasus menunjukkan tulisan yang mereka buat kadangkala berujung tuntutan hukum.

Komunitas Blogger memang sudah ada dimana-mana, namun sayangnya masih belum ada yang serius memikirkan untuk membentuk organisasi dengan aturan main dan payung hukum yang jelas. Jika diamati, kebanyakan dari komunitas tersebut lebih memandang blog sebagai jejaring sosial semata.

So, para blogger, para writter independent sekalian, menurut saya kita harus punya waktu khusus untuk merenungkan hal ini.  Mungkin masalah ini kecil, tapi bisa saja secara tak terduga menjadi api besar.

 

  • By : Dionys Dhewanindra

 

(mewakili beberapa penulis blog lapak artikel dan berita bebas)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.