MENGURANGI DAMPAK STRESS USAI GEMPA
|
Mengurangi Dampak Stres Usai Gempa
Kompas – Sabtu, Oktober 17
Mengurangi Dampak Stres Usai Gempa
KOMPAS.com — Dampak trauma akibat gempa bagi kehidupan seseorang bisa jadi sangat luar biasa. Tak jarang gangguan emosi, pecahnya konsentrasi, hingga goncangan pribadi dialami.
Karena itu, dr Tony Setiabudhi, SpKJ dari Mitra International Hospital menyarankan agar pemerintah menyebarluaskan pengetahuan mengenai stres pascatrauma ini dan cara mengatasinya. Para pemuka agama, pemuka masyarakat, bidan, perawat, guru-guru, dan orangtua dalam hal ini berperan penting.
Post Traumatic Syndrome Disorder atau stres pascatrauma yang kerap terjadi pada korban gempa dapat diatasi dengan rileksasi. Mulailah dengan menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya sambil menyebut huruf s perlahan sehingga perasaan menekan di dada menjadi rasa nyaman. Latihan ini sebaiknya didampingi. Satu hari sebaiknya dilakukan minimal pagi-sore sekitar 10 menit.
Untuk mereka yang fobia hingga tidak berani keluar rumah, Tony menyarankan agar penderita dirawat dan dilatih perlahan-lahan dengan proses desensitisasi. Pertama-tama, individu akan diajak pergi keluar bersama-sama di suatu tempat. Setelah tenang dan mulai terbiasa, penderita disarankan menempuh jalan yang berbeda dengan sang terapis dan bertemu di suatu tempat yang sudah direncanakan. Demikian selanjutnya, sampai ia berani sendiri. Perlahan, jalur yang ditempuh diperluas. Latihan bisa dilakukan beberapa kali dalam sehari.
Sementara anak korban gempa sebaiknya dikembalikan ke tempat asal. Mereka mesti diajak ke lingkungan terdahulu dan familiar. Jika lingkungan dan orang di sekitarnya sudah tidak ada, anak bisa diajak ke tempat baru dan mulai hidup baru.
Jika gangguan psikis ini memparah kondisi korban gempa hingga tidak bisa tidur misalnya, maka terapi farmakologis (terapi obat) diperlukan. Penderita bisa diberi anxiolitika seperti diazepam. Kalau gangguan ini sudah mencapai depresi, penderita akan diberi obat depresi.
dr Intan Airlina Febiliawanti
Posted on 17 Oktober 2009, in CELOTEH, Redaksi Tiga and tagged cara, gempa, stress, Tips, trauma. Bookmark the permalink. 4 Komentar.






wah serem juga dampak bagi mereka yg selamat ….
yg paling cepat sembuh berapa lama?
yg paling parah, sembuh berapa lama?
jika berkenan, silahkan ke blog saya terkait gempa tsb di Angka Gempa 08102009 – 14102009 Prediksi Mentawai/ Pariaman/ Padang/ Bengkulu/ Jambi/ Sumatra Selatan
atau blog saya lainnya
Richmountain
salam …
izin mau upadate laporan 82% BENAR PREDIKSI Reg Roberts PhD Tanggal Gempa Ujung Kulon 16 Oktober 2009
terima kasih …
Pemerintah mesti tanggap dan memikirkan rehabilitasi mental pasca tragedi gempa .. sebagian orang bahkan lupa kalau korban gempa bisa sangat trauma dan lama bisa melupakan kejadian gempa tersebut , apalagi yg sampai menelan korban jiwa dari keluarga mereka .. salam kenal
ayo mas2…update blognya..hehehe
sori mas baru bisa nongol nih…