(DARI PANASONIC AWARD 2009) STATEMENT TERHADAP PEMENANG PROGRAM TV REALITY SHOW

GERILYAWAN EYBKami menyatakan MENOLAK KERAS PERBUATAN MEMPERKAYA DIRI SENDIRI + TEAM PRODUKSI + TEAM KREATIF PROGRAM TV DENGAN CARA MEMPERMAINKAN ATAUPUN MENGEKSPLOITASI KESEDIHAN, KEMISKINAN, KETIDAK BERUNTUNGAN, AIB ORANG DALAM ACARA TV seperti Bedah Rumah, Minta Tolong, Termehek-Mehek, Lunas, Orang Ketiga dan acara sejenis lainnya !

Bagaimana mungkin reality show macam ini masuk nominasi Panasonic Award : Apalagi sampai menang ?

Posted on 28 Maret 2009, in CELOTEH, Redaksi Satu and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 12 Komentar.

  1. Bagaimana mungkin reality show macam ini masuk nominasi Panasonic Award : Apalagi sampai menang ?

    Sama sekali tidak ada kaitannya apakah reality show semacam itu dibikin-bikin atau emang real, tapi yang pasti tontonan semacam itu sangat tidak mendidik. Bagaimana mungkin menyodorkan hikmah dengan cara menindas kemanusiaan lain ? Sasaran tembak sudah bukan artis atau selebritis lagi, tapi orang awam, bahkan kadang hidup mereka sebenarnya sudah tenang, tapi tiba-tiba berantakan lagi. Para crew dan host menjadi seperti dewa-dewa suci yang jika ditolak akan bertindak lebih garang. Muak sekali melihatnya, padahal mereka sendiri tak mau masalah pribadinya diusik.

    Mungkin mereka sedang mempertontonkan drama konyol, lucu-lucuan, tapi kemudian di promokan sebagai kejadian real, tapi kenapa mereka tidak lebih baik bikin sinetron konyol sekalian kalo merasa jago acting ?

    HENTIKAN MENONTON DAN MENIKMATI PENDERITAAN ORANG LAIN !

  2. memamerkan moral dengan cara cara menelanjangi objeknya sangat tidak manusiawi, lebih parah daripada sekedar enggan menolong.
    setuju seratus persen dengan opininya.!

  3. Re: [*Apresiasi-Sastra*] (OOT) Statemen. tFrom: “Yonathan Rahardjo” . To: Apresiasi-Sastra@yahoogroups.com

    wah, Dion peka. salut! panasonic menhitung penonton terbanyak.
    acara2 ginian kayak BLT. sami mawon.
    gmn cara merombak sistemnya?

  4. Re: [*Apresiasi-Sastra*] (OOT) Statement. From: “dionys dhewanindra” . To: Apresiasi-Sastra@yahoogroups.com.

    Caranya memang gak mudah kang. Masalahnya penonton kita …”ya gitu deh”. Sementara sistem penilaian yang berdasarkan sms kan bisa jadi cuma cari aman dari gugatan.

    Tapi kalo mau ditarik ke belakang, yang mesti agak ‘disehatkan” adalah tawaran gagasan kreatif dan bentuk program TVnya. Tentu kaitannya sama team produser dan para kawan gedubrakannya. Mereka yang bertanggung jawab untuk memberi tontonan mendidik dan — kata JK dalam sambutan panasonic award — lebih intelek. Kalo komplotan ini cuma cari duit doang, ya sampai kapanpun penonton kita akan “ya gitu deh” tadi.

    So, kapan penonton kita akan berubah menjadi apresian ?

  5. Re: [*Apresiasi-Sastra*] (OOT) Statement. From: “pakcik Ahmad” , To: Apresiasi-Sastra@yahoogroups.com.

    ini OOT juga..
    sekalian Dion.. kita bikin anti-gossip.
    udah hancur watak kita dibikin program-program tv dan media cetak yang mengubek-ubek isi perut orang lain atas nama kebutuhan publik.
    “publik harus tahu. publik tidak boleh dibohongi.” begitu yang dielu-elukan awak program kotor ini.

    sudah umum jadinya, rakyat kita lebih senang memakai justifikasi “jurnalisme (?) gossip” untuk menilai sesuatu dibandingkan kemampuan nalarnya serta tabungan kebijaksanaannya.

    awak “program ghibah” bertobatlah ! gaji/materi yang kalian bawa pulang dan suapkan ke mulut anak, istri, orang tua anda lalu menjadi darah dan daging, adalah api. terbakar nanti mereka semua dengan yang kau berikan itu.

    salam Kapak Ibrahim
    pakcik Ahmad

  6. Re: [*Apresiasi-Sastra*] (OOT) Statement. From: “dian” . To: Apresiasi-Sastra@yahoogroups.com.

    termasuk exploitasi berlebihan ats berita bencana seperti situ gintung maren, yang sebagian besar TV memanfaatkan bencana tersebut demi meraup iklan…..

    juga bencana bencana lainnya, pembunuhan, pemerkosaan. ….lebih sadis dari perbuatan terdakwa…

  7. Dari: Wawan Hernawan
    Topik: Bls: [indieindonesia] (OOT) Hentikan menikmati penderitaan orang lain
    Kepada: movegerilyaeyb@yahoo.co.id
    Tanggal: Sabtu, 28 Maret, 2009, 9:35 PM

    setuju kawan
    kalo perlu mari kita buat sosialisasi terhadap pengekploitasian kaum tertindas

    salam
    -wans-

  8. Dari: Wawan Hernawan
    Topik: Bls: [indieindonesia] (OOT) Hentikan menikmati penderitaan orang lain. Kepada: “Movegerilya Eyb”
    Tanggal: Minggu, 29 Maret, 2009, 4:15 PM

    siap mendukung
    saya juga punya salah satu media propaganda laen melalui zine dan newslater. kebeneran saya menjadi kontributor di salah satu zine di Cirebon. Topik ini saya akan coba angkat di zine itu pada edisi april. doakan saja semoga semua orang tersadar akan sebuah pembodohan pembodohan yang di lakukan oleh televisi

    add ym saya ya bro untuk berdiskusi
    onelikesunday@yahoo.com

    kalo misal anak band, join ke web yang saya pegang donk bro
    http://www.sixteenhole.com

    web nya semua genre tapinya, tapi lumayan buat propaganda band

    salam
    -wans-

  9. akhirnya kebanyakan watak manusia indonesia terbentuk oleh tayangan seperti itu.. kelemahan koq dijadikan pendapatan.. asem!!

  10. Ga ada yang ga berhubungan dengan uang kalau sudah berhubungan dengan dunia tv.Apapun akan dilakukan untuk mengejar rating dan keuntungan yang sebesar-besarnya!

  11. WAJIB hukumnya nonton sinetron,reality show,infotaintment dan acara sejenis.jika kita ingin memperbodoh diri dan bangsa ini.
    aaaaamiiiiiiiin

  1. Pingback: LIBRARY ARTIKEL EYB « PADEPOKAN GERILYA EYB

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.